Blogger Widgets

Popular Post

Tampilkan postingan dengan label Wahabi-Salafi. Tampilkan semua postingan

MISI ZIONIS YAHUDI YANG DIBAWA WAHABI UNTUK MEMECAH BELAH UMAT ISLAM

By : 'Asyirah Aswaja Sumut

MISI ZIONIS YAHUDI KETIKA BERGANDENG MESRA DENGAN FATWA WAHABI / SALAFI


Oleh: Mundzir Ahmad

 

Beberapa tahun yang lalu ketika usiaku masih belasan tahun dan sedang pendidikan di sebuah Pesantren, aku mendapati selebaran yang berisi peringatan terhadap kaum Muslimin untuk mewaspadai misi Zionis, diantara yang kami ingat adalah :
1. PISAHKAN UMMAT ISLAM DARI ULAMA’NYA
2. PISAHKAN UMMAT ISLAM DARI NABINYA
3. PISAHKAN UMMAT ISLAM DARI KITAB SUCINYA ( AL QUR’AN )
4. PECAH BELAH DAN HANCURKAN !
Beberapa tahun setelah aku kembali ke kampung, kami dapati fenomena SALAFI/WAHABI, dan ketika kami mencermati dogma (ajaran) serta cara mereka “berdakwah” (menyampaikan ajarannya), timbul kecurigaan kuat mereka adalah kaki tangan ZIONIS. Kecurigaan kami bukan tanpa qorinah/alasan, berikut mari bersama kita cermati secara kritis dengan fikiran dan hati yang jernih tentang beberapa fatwa SALAFI/WAHABI sekaligus effek yang terjadi dalam konteks keselarasan fatwa-fatwa tersebut dengan misi ZIONIS :

Misi Zionis 1: PISAHKAN UMMAT ISLAM DARI ULAMA’NYA

Misi ini bertujuan agar Ummat Islam kehilangan central command/ komando yang terpusat dalam segala hal, baik dalam berpolitik, bersosial, beragama, serta menghilangkan methode yang benar dalam memahami agama. Mereka sadar bahwa kegagalan mereka selama ini diakibatkan oleh kuatnya semangat dan persatuan kaum muslimin dalam melawan mereka. Dan semangat serta persatuan kaum muslimin tersebut faktanya berpusat pada para Ulama. Fakta terbaru, adalah betapa dahsyat akibat/effek dari “Resolusi Jihad” (22-Okt-1945) yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari (NU) juga betapa dahsyat dampak dari seruan para Ulama Islam dalam menumpas PKI.
Fatwa Wahabi/Salafi yang disinyalir “Mendukung” misi tersebut diantaranya adalah :
1. SESATNYA MADZHAB ASYA’IROH/ASY’ARIYAH DAN MATURIDIYAH
Bukti paling dekat atas fatwa tersebut adalah buku yang berjudul “Mulia Dengan Manhaj Salaf” yang ditulis oleh Ust. Yazid Ibn Abdil Qodir. Dalam buku tersebut pada bab terakhir dengan gamblang Ust. Yazid Jawas mengelompokkan Asy’ariyah dan Maturidiyah sebagai kelompok sesat dan menyesatkan. Sebuah buku yang kontradiktif dengan buku yang mereka ciptakan sebelumnya yang merupakan Tahrif (penyimpangan) dari al Ibanah yang berjudul “Buku Putih Imam Al Asy’ari” dengan penerjemah Abu Ihasan Al Atsari, penerbit At Tibyan.
2. PROPAGANDA : PARA ULAMA’ ADALAH MANUSIA YANG TIDAK MA’SHUM (Tidak terjaga dari salah)
Propaganda ‘Para Ulama’ Adalah Manusia Yang Tidak Ma’shum” adalah “Kalimatu Haqqin Uriida Biha Al Bathil” (pernyataan yang benar yang disertai misi bathil). Propaganda ini berperan untuk mendorong ummat Islam keluar dari Madzahib yang mu’tabar dan beralih kepada “Madzhab” yang mereka bangun (Madzhab yang tidak bermethode dalam memahami al qur’an dan assunnah). Propaganda ini mengesampingkan pesan Alloh : “Maka bertanyalah kalian pada Ahlidz Dzikri jika kalian tidak tahu” (An Nahl : 43 dan Al Anbiya’ : 7)
Effek lain dari propaganda ini dapat anda buktikan dalam sikap Prof. Salim Bajri ketika berdialog dengan Buya Yahya dalam Tema “Sampainya Pahala Kebaikan Yang dihadiahkan untuk orang-orang yang telah meninggal”. Dalam dialog tersebut sang Professor enggan menerima pendapat para ulama dengan alasan mereka tidak ma’shum.
3. TUDUHAN “TA’ASSHUB” (FANATIK) TERHADAP PARA PENGANUT MADZHAB
4. TUDUHAN “GHULUW” (BERLEBIHAN) BAHKAN MUSYRIK TERHADAP UMMAT ISLAM YANG MENGHORMATI PARA ULAMA DENGAN CARA MENCIUM TANGAN
5. HARAMNYA TAWASSUL DENGAN ORANG-ORANG SHOLIH YANG SUDAH MENINGGAL
Effek lain yang ditimbulkan dari fatwa-fatwa dan propaganda tersebut diantaranya adalah :
a. Hilangnya atau setidaknya berkurangnya trust/kepercayaan ummat Islam terhadap para Ulama’ khususnya yang bermadzhab Asy’ariyah atau Maturidiyah semacam Imam Ibnu Hajar Al Asqolani, Imam An Nawawi, Imam Al Haitami, Imam Al Qurthubi, bahkan sebagian besar Pengarang “Al Kutub As Sittah” serta ratusan ulama yang lain.
b. Membuang semua/sebagian pendapat para ulama Asy’ariyah & Maturidiyah yang tidak sesuai misi mereka.
c. Bebas men-tahrif (merubah) karya-karya ulama Islam yang tidak sesuai keinginan dan bahkan membakarnya, karena dianggap karya orang-orang sesat.
d. Menggantikan peran/pendapat para Ulama Islam sejak abad ketiga hingga abad 19 (Munculnya Muhammad Ibn Abdil Wahab) dengan para “ulama” yang mereka ciptakan diabad 19 dst…
e. Cukup banyak ulama Islam yang pemikirannya dijauhkan dari ummatnya.
f. Menghilangkan atau setidaknya mengurangi rasa hormat Ummat Islam terhadap para Ulama-nya.
g. Menghilangkan atau setidaknya mengurangi kepatuhan Ummat Islam terhadap para Ulama-nya.
h. Menghilangkan methode yang benar dalam mamahami Islam. (hal ini penting untuk mendukung misi perusakan yang lain)
i. Ibarat hutan yang telah ditinggal “Macan”nya, dan yang tersisa hanyalah “Macan” ompong piaraan dengan fatwa-fatwa aneh.
j. dll

Misi Zionis 2: PISAHKAN UMMAT ISLAM DARI NABINYA

Misi ini penting, mengingat ikatan emosiaonal ummat Islam dengan Rosululloh –shollallohu ‘alaihi wasallam- adalah faktor fital yang mampu membuat Ummat Islam rela mengorbankan segalanya.
Adapun Fatwa dan Tindakan yang disinyalir “Mendukung” misi tersebut adalah :
1. HARAMNYA BEPERGIAN MENZIYARAHI (QUBBATUL HADHROO’) MAQBAROH ROSULULLOH SAW
Anda yang pernah menziyarahi Makam Rasulullah Saw ( shollallohu ‘alaihi wasallam) pasti tahu effek emosiaonal bagi penziyarah baik ketika berziyarah ataupun sesudahnya…. Betapa hati yang normal takkan mampu membendung air mata ketika berada di pusara mulia beliau… Rasa haru, bahagia, malu, rindu, bangga, terimakasih, bercampur dalam sebuah hidangan istimewa berupa “Mahabbah” (rasa cinta) yang tidak dapat diungkapkan dengan kata….
Anehnya menurut teman-teman yang pernah muqim di Saudi, ada ulama’ kebanggaan Wahabi (maaf tidak disebut nama karena orangnya sudah meninggal) yang bersyukur karena tidak pernah menziyarahi makam Nabi selama 25 tahun tinggal di Madinah… hingga para santri disana bilang : “Memang Nabi nggak mau ketemu anda ….”
2. HARAMNYA PELAKSANAAN MAULID NABI SAW
Mereka sadar betul akan effek tumbuhnya rasa cinta kepada Nabi Muhammad –shollallohu ‘alaihi wasallam- melalui pujian dan pembacaan siroh Nabi yang ada dalam kitab-kitab maulid yang identik lebih mengangkat sisi Irhash dan Mu’jizat Nabi. Fakta telah membuktikan effek Maulid yang terjadi pada masa Sholahuddin Al Ayyubi, bahkan fakta terbaru adalah betapa dahsyat effek “Sholawat Badar” dalam membakar semangat ummat Islam guna menumpas PKI.
3. HARAMNYA TAWASSUL DENGAN NABI SAW SETELAH WAFAT
Hal ini jika kita cermati argument mereka kita dapati sebuah fakta : Menghilangkan atau setidaknya mengurangi pemahaman Ummat Islam terhadap Nabinya dalam aspek Nubuwwah dan lebih menonjolkan aspek Basyariyah Nabi (sisi kemanusiaan). Bukti dari effek tersebut adalah pernyataan Ulama kebanggaan mereka yang menyatakan bahwa : ”Tongkatnya lebih berguna daripada Rosululloh yang sudah wafat”.
Dan bukti lain adalah sikap Prof. Salim Bajri ketika berdialog dengan Buya Yahya dalam Tema “Sampainya Pahala Kebaikan Yang dihadiahkan untuk orang-orang yang telah meninggal”. Dalam dialog tersebut sang Prof tidak puas ketika diajukan hadits shohih dari Imam Al Bukhori dengan dalih Nabi Muhammad bisa salah berdasar QS: ‘Abasa…
4. MENGHILANGKAN SITUS-SITUS BERSEJARAH YANG BERKAITAN DENGAN RASULULLAH SAW DAN PARA SAHABAT
Effek yang ditimbulkan dari tindakan tersebut adalah : Hilangnya bukti fisik perjuangan Rosululloh dan para sahabat yang dapat membangkitkan semangat dan keimanan Ummat Islam.
Jika dalam penghancuran situs-situs bersejarah tersebut Salafi/Wahabi beralasan “Syaddudz Dzari’ah” (mencegah kemungkaran yang mungkin ditimbulkan) yakni sikap “Ghuluw” (berlebihan), maka faktanya mereka mengalihkan sikap “Ghuluw” tersebut kepada Syeh Al ‘Utsaimin dengan membangun museum Yayasan Al ‘Utsaimin. Dimana dalam museum tersebut tidak hanya karya sang Syekh yang dihormati, bahkan pena terakhir sang Syekh-pun ditempatkan ditempat khusus dalam etalase mahal… aneh…

Misi Zionis 3: PISAHKAN UMMAT ISLAM DARI AL QUR’AN

Kita semua tahu arti dan peran Kitab Suci bagi semua pemeluk agama, maka sangat wajar jika misi ketiga ini menjadi misi penting. Adapun fatwa dan propaganda Salafi/Wahabi yang disinyalir “Mendukung” misi tersebut diantaranya adalah :
1. HARAM MENGIKUTI MADZHAB TERTENTU
Silahkan anda baca Fatwa Syeh Albani tentang masalah tersebut… dan silahkan anda bayangkan ketika kaum awam melepaskan diri dari tuntunan para ulama dalam memahami al qur’an… Bukti akan adanya effek tersebut adalah propaganda yang didengungkan MTA, yakni : “Ngaji ko’ kitab kuning, Ngaji ya al qur’an sak maknanya”. Dan akibatnya fatwa-fatwa mereka ngawur dan paling ironis dengan enteng mereka mengkafirkan sesama saudara Muslim….
2. JARGON “KEMBALI KEPADA AL QUR’AN DAN AS SUNNAH”
Coba kita cermati akibat yang ditimbulkan dari keberanian orang-orang awam menginterpretasikan al qur’an tanpa sarana ilmu yang memadai… disamping pemahaman yang kontradiktif, mereka telah lepas dari nafas al qur’an itu sendiri, sehingga begitu mudah mereka mengkafirkan sesama ummat islam…

Hal inilah yang diwanti-wanti Rosululloh dalam sabdanya :
يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ مَنْ قَاتَلَهُمْ كَانَ أَوْلَى بِاللَّهِ مِنْهُمْ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا سِيمَاهُمْ قَالَ : التَّحْلِيقُ .
” Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Qur’an. Barangsiapa yang memerangi mereka, maka orang yang memerangi lebih baik di sisi Allah dari mereka “, para sahabat bertanya “ Wahai Rasul Allah, apa cirri khas mereka? Rasul menjawab “ Bercukur gundul “. (Sunan Abu Daud : 4765)
سَيَخْرُجُ قَوْمٌ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أَحْدَاثُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ لَا يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ فَأَيْنَمَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاقْتُلُوهُمْ فَإِنَّ فِي قَتْلِهِمْ أَجْرًا لِمَنْ قَتَلَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“ Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda, berucap dengan ucapan sbeaik-baik manusia (Hadits Nabi), membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “.(HR. Imam Bukhari ,Muslim)
Selanjutnya misi Zionis yang ke 4 (empat):

Misi Zionis 4: PECAH BELAH LALU HANCURKAN !!!

Inilah tujuan pokok dari misi-misi penghantar yang kami sebutkan diatas. Sebagaimana di wanti-wantikan Alloh dalam al qur’an :

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Dan orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka” (QS : Al Baqoroh:120)
Sedang tindakan kongkrit dalam mendukung misi ini adalah menciptakan kelompok yang menyimpang yang mereka lindungi atas nama HAM semisal “AHMADIYAH” di India, dan disaat bersamaan mereka ciptakan “WAHABI” di Timur Tengah, sebuah kelompok yang berhasil membuat Ummat Islam saling menghujat, saling mengkafirkan, dst….
Lantas adakah korelasinya misi Zionis tersebut dengan fatwa dan atau propaganda diatas? Mari kita cermati bersama :
Bagaimanakah jadinya ketika Ummat Islam sudah tidak lagi menghormati figur-figur yang dapat meredam pertikaian dan mempersatukan ummat, yakni para Ulama? Dan apa jadinya ketika Ummat Islam memandang dan memahami Nabinya hanya dari aspek Basyariyah ? Dan apa jadinya ketika Ummat Islam yang tidak memiliki sarana ikut-ikutan berijtihad dan mengesampingkan tuntunan para Ulama?
Fakta yang sudah di depan mata adalah PERPECAHAN UMAT ISLAM !
Wal ‘Iyaadz Billah…,

Tauhid Uluhiyyah, Tauhid Rububiyyah, dan Tauhid Asma wa Sifat, Tauhid Bid’ah?

By : 'Asyirah Aswaja Sumut


Artikel ini membongkar kesesatan ajaran Wahabi yang membagi Tauhid kepada 3 bagian yaitu: tauhid uluhiyyah, tauhid rububiyyah, dan tauhid asma wa sifat. Aqidah rekayasa mereka ini adalah Bid’ah Sesat, tidak pernah diajarkan Allah dan Rasul-NYA. Umat Islam hendaknya menganggap penting masalah aqidah ini dengan mengetahui pemahaman tauhid yang benar yang seuai dengan ajaran Allah dan Rasul-NYA, Nabi Muhammad Saw.
Di artikel ini akan dibuktikan bahwa pembagian tauhid menjadi tiga bagian tersebut bukan ajaran Islam, sebab Allah dan Rasul-NYA tidak pernah mengajarkan tauhid model yang diajarkan di kalangan kaum Wahabi ini. Begitu juga para Sahabat Nabi tidak ada satu pun yang mengajarkan “tauhid tiga” tersebut.


Tauhid /aqidah adalah masalah ushul, wajib berdasar dalil Qoth’i (pasti). Jika selama ini kaum Wahabi meminta dalil Qoth’i untuk urusan ibadah ghoiru mahdhoh semisal Tahlilan, Yasinan, Maulidan, lebih-lebih untuk tauhid / aqidah seharusnya mereka lebih mempertanyakan apa dalil Qoth’i yang menjadi dasar pembagian tauhid.  Tentunya karena Tauhid / aqidah adalah dasar di mana ibadah-ibadah kita dikerjakan di atasnya.
Jika pemahaman tauhid salah maka bagaimana nilai ibadahnya. Seharusnya ini jadi urgensi yang wajib mereka pertanyakan secara kritis. Selain itu tentunya, efek samping dari ajaran “tauhid tiga” yang batil ini hanya akan menimbulkan fitnah di tengah Umat Islam. Seperti kita ketahui bersama, tauhid tiga ajaran Wahabi ujung-ujungnya hanya bermaksud untuk menuduh bahkan mem-vonis kaum beriman sebagai musyrik. Na’udzu billah min dzaalik!

Pembagian tauhid tidak memiliki dasar, baik dari al-Qur’an maupun hadits Nabi

Pendapat kaum Wahabi yang membagi tauhid kepada tiga bagian: tauhid Uluhiyyah, tauhid Rububiyyah, dan tauhid al-Asma’ Wa ash-Shifât adalah bid’ah batil yang menyesatkan. Pembagian tauhid seperti ini sama sekali tidak memiliki dasar, baik dari al-Qur’an, hadits, dan tidak ada seorang pun dari para ulama Salaf atau seorang ulama saja yang kompeten dalam keilmuannya yang membagi tauhid kepada tiga bagian tersebut. Pembagian tauhid kepada tiga bagian ini adalah pendapat ekstrim dari kaum Musyabbihah masa sekarang, mereka mengaku datang sebagai penegak Tauhid untuk memberantas bid’ah namun sebenarnya mereka adalah orang-orang yang membawa bid’ah.
Di antara dasar yang dapat membuktikan kesesatan pembagian tauhid ini adalah sabda Rasulullah:
أمِرْتُ أنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتىّ يَشْهَدُوْا أنْ لاَ إلهَ إلاّ اللهُ وَأنّيْ رَسُوْل اللهِ، فَإذَا فَعَلُوْا ذَلكَ عُصِمُوْا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وأمْوَالَهُمْ إلاّ بِحَقّ (روَاه البُخَاريّ)
“Aku diperintah untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (Ilâh) yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa saya adalah utusan Allah. Jika mereka melakukan itu maka terpelihara dariku darah-darah mereka dan harta-harta mereka kecuali karena hak”. ( HR al-Bukhari ).
Dalam hadits ini Rasulullah tidak membagi tauhid kepada tiga bagian, beliau tidak mengatakan bahwa seorang yang mengucapkan “Lâ Ilâha Illallâh” saja tidak cukup untuk dihukumi masuk Islam, tetapi juga harus mengucapkan “Lâ Rabba Illallâh”. Tetapi makna hadits ialah bahwa seseorang dengan hanya bersaksi dengan mengucapkan “Lâ Ilâha Illallâh”, dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah maka orang ini telah masuk dalam agama Islam. Hadits ini adalah hadits mutawatir dari Rasulullah, diriwayatkan oleh sejumlah orang dari kalangan sahabat, termasuk di antaranya oleh sepuluh orang sahabat yang telah medapat kabar gembira akan masuk ke surga. Dan hadits ini telah diriwayatkan oleh al-Imâm al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya.
Tujuan kaum Musyabbihah membagi tauhid kepada tiga bagian ini adalah tidak lain hanya untuk mengkafirkan / memusyrikkan orang-orang Islam ahli tauhid yang melakukan tawassul dengan Nabi Muhammad, atau dengan seorang wali Allah dan orang-orang saleh. Mereka mengklaim bahwa seorang yang melakukan tawassul seperti itu tidak mentauhidkan Allah dari segi tauhid Uluhiyyah. Demikian pula ketika mereka membagi tauhid kepada tauhid al-Asma’ Wa ash-Shifat, tujuan mereka tidak lain hanya untuk mengkafirkan orang-orang yang melakukan takwil terhadap ayat-ayat Mutasyâbihât. Oleh karenanya, kaum Musyabbihah ini adalah kaum yang sangat kaku dan keras kepala dalam memegang teguh zhahir teks-teks Mutasyâbihât dan sangat “alergi” terhadap takwil. Bahkan mereka mengatakan: “al-Mu’aw-wil Mu’ath-thil”; artinya seorang yang melakukan takwil sama saja dengan mengingkari sifat-sifat Allah. Na’ûdzu Billâh.
Dengan hanya hadits shahih di atas, cukup bagi kita untuk menegaskan bahwa pembagian tauhid kepada tiga bagian di atas adalah bid’ah batil yang dikreasi oleh orang-orang yang mengaku memerangi bid’ah yang sebenarnya mereka sendiri ahli bid’ah. Bagaimana mereka tidak disebut sebagai ahli bid’ah, padahal mereka membuat ajaran tauhid yang sama sekali tidak pernah dikenal oleh orang-orang Islam?! Di mana logika mereka, ketika mereka mengatakan bahwa tauhid Uluhiyyah saja tidak cukup, tetapi juga harus dengan pengakuan tauhid Rububiyyah?! Bukankah ini berarti menyalahi hadits Rasulullah di atas?! Dalam hadits di atas sangat jelas memberikan pemahaman kepada kita bahwa seorang yang mengakui ”Lâ Ilâha Illallâh” ditambah dengan pengakuan kerasulan Nabi Muhammad maka cukup bagi orang tersebut untuk dihukumi sebagai orang Islam. Dan ajaran inilah yang telah dipraktekan oleh Rasulullah ketika beliau masih hidup.
Apa bila ada seorang kafir bersaksi dengan ”Lâ Ilâha Illallâh” dan ”Muhammad Rasûlullâh” maka oleh Rasulullah orang tersebut dihukumi sebagai seorang muslim yang beriman. Kemudian Rasulullah memerintahkan kepadanya untuk melaksanakan shalat sebelum memerintahkan kewajiban-kewajiban lainnya; sebagaimana hal ini diriwayatkan dalam sebuah hadits oleh al-Imâm al-Bayhaqi dalam Kitâb al-I’tiqâd. Sementara kaum Musyabbihah di atas membuat ajaran baru; mengatakan bahwa tauhid Uluhiyyah saja tidak cukup, ini sangat nyata telah menyalahi apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah. Mereka tidak paham bahwa ”Uluhiyyah” itu sama saja dengan ”Rububiyyah”, bahwa ”Ilâh” itu sama saja artinya dengan ”Rabb”.

Pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir di Alam Kubur

Kemudian kita katakan pula kepada mereka; Di dalam banyak hadits diriwayatkan bahwa di antara pertanyaan dua Malaikat; Munkar dan Nakir yang ditugaskan untuk bertanya kepada ahli kubur adalah: ”Man Rabbuka?”. Tidak bertanya dengan ”Man Rabbuka?” lalu diikutkan dengan ”Man Ilahuka?”. Lalu seorang mukmin ketika menjawab pertanyaan dua Malaikat tersebut cukup dengan hanya berkata ”Allâh Rabbi”, tidak harus diikutkan dengan ”Allâh Ilâhi”. Malaikat Munkar dan Nakir tidak membantah jawaban orang mukmin tersebut dengan mengatakan: ”Kamu hanya mentauhidkan tauhid Rububiyyah saja, kamu tidak mentauhidkan tauhid Uluhiyyah !”. Inilah pemahaman yang dimaksud dalam hadits Nabi tentang pertanyaan dua Malaikat dan jawaban seorang mukmin dikuburnya kelak. Dengan demikian kata ”Rabb” sama saja dengan kata ”Ilâh”, demikian pula ” tauhid Uluhiyyah ” sama saja dengan ”tauhid Rubûbiyyah”.
Dalam kitab Mishbâh al-Anâm, pada pasal ke dua, karya al-Imâm Alawi ibn Ahmad al-Haddad, tertulis sebagai berikut:
”Tauhid Uluhiyyah masuk dalam pengertian tauhid Rububiyyah dengan dalil bahwa Allah telah mengambil janji (al-Mîtsâq) dari seluruh manusia anak cucu Adam dengan firman-Nya ”Alastu Bi Rabbikum?”  Ayat ini tidak kemudian diikutkan dengan ”Alastu Bi Ilâhikum?”  Artinya; Allah mencukupkannya dengan tauhid Rububiyyah, karena sesungguhya sudah secara otomatis bahwa seorang yang mengakui ”Rubûbiyyah” bagi Allah maka berarti ia juga mengakui ”Ulûhiyyah” bagi-Nya. Karena makna ”Rabb” itu sama dengan makna ”Ilâh”. Dan karena itu pula dalam hadits diriwayatkan bahwa dua Malaikat di kubur kelak akan bertanya dengan mengatakan ”Man Rabbuka?”, tidak kemudian ditambahkan dengan ”Man Ilâhuka?”. Dengan demikian sangat jelas bahwa makna tauhid Rubûbiyyah tercakup dalam makna tauhid Uluhiyyah.
Di antara yang sangat mengherankan dan sangat aneh adalah perkataan sebagian pendusta besar terhadap seorang ahli tauhid; yang bersaksi ”Lâ Ilâha Illallâh, Muhammad Rasulullah”, dan seorang mukmin muslim ahli kiblat, namun pendusta tersebut berkata kepadanya: ”Kamu tidak mengenal tahuid. Tauhid itu terbagi dua; tauhid Rububiyyah dan tauhid Uluhiyyah. Tauhid Rububiyyah adalah tauhid yang telah diakui oleh oleh orang-orang kafir dan orang-orang musyrik. Sementara tauhid Uluhiyyah adalah adalah tauhid murni yang diakui oleh orang-orang Islam. Tauhid Uluhiyyah inilah yang menjadikan dirimu masuk di dalam agama Islam. Adapun tauhid Rububiyyah saja tidak cukup”. Ini adalah perkataan orang sesat yang sangat aneh. Bagaimana ia mengatakan bahwa orang-orang kafir dan orang-orang musyrik sebagai ahli tauhid ?!
Jika benar mereka sebagai ahli tauhid tentunya mereka akan dikeluarkan dari neraka kelak, tidak akan menetap di sana selamanya, karena tidak ada seorangpun ahli tauhid yang akan menetap di daam neraka tersebut sebagaimana telah diriwayatkan dalam banyak hadits shahih. Adakah kalian pernah mendengar di dalam hadits atau dalam riwayat perjalanan hidup Rasulullah bahwa apa bila datang kepada beliau orang-orang kafir Arab yang hendak masuk Islam lalu Rasulullah merinci dan menjelaskan kepada mereka pembagian tauhid kepada tauhid Uluhiyyah dan tauhid Rububiyyah?! Dari mana mereka mendatangkan dusta dan bohong besar terhadap Allah dan Rasul-Nya ini?!

Sesungguhnya seorang yang telah mentauhidkan ‘Rabb’ maka berarti ia telah mentauhidkan ‘Ilâh’

Padahal sesungguhnya seorang yang telah mentauhidkan ”Rabb” maka berarti ia telah mentauhidkan ”Ilâh”, dan seorang yang telah memusyrikkan ”Rabb” maka ia juga berarti telah memusyrikan ”Ilâh”. Bagi seluruh orang Islam sudah pasti berkeyakinan bahwa tidak ada yang berhak disembah oleh mereka kecuali ”Rabb” yang juga ”Ilâh” mereka. Maka ketika mereka berkata ”Lâ Ilâha Illallâh”; bahwa hanya Allah Rabb mereka yang berhak disembah; artinya mereka menafikan Uluhiyyah dari selain Rabb mereka, sebagaimana mereka menafikan Rubûbiyyah dari selain Ilâh mereka. Mereka menetapkan ke-Esa-an bagi Rabb yang juga Ilâh mereka pada Dzat-Nya, Sifat-sifat-Nya, dan pada segala perbuatan-Nya; artinya tidak ada keserupaan bagi-Nya secara mutlak dari berbagai segi”.
(Masalah): Para ahli bid’ah dari kaum Musyabbihah biasanya berkata: ”Sesungguhnya para Rasul diutus oleh Allah adalah untuk berdakwah kepada umatnya terhadap tauhid Uluhiyyah; yaitu agar mereka mengakui bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Adapun tauhid Rububiyyah; yaitu keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan seluruh alam ini, dan bahwa Allah adalah yang mengurus segala peristiwa yang terjadi pada alam ini, maka tauhid ini tidak disalahi oleh seorang-pun dari seluruh manusia, baik orang-orang musyrik maupun orang-orang kafir, dengan dalil firman Allah dalam QS. Luqman:
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ لَيَقُولَنَّ اللهُ (لقمان: 25)
“Dan jika engkau bertanya kepada mereka siapakah yang menciptakan seluruh lapisan langit dan bumi? Maka mereka benar-benar akan menjawab: “Allah” (QS. Luqman: 25)
(Jawab): Perkataan mereka ini murni sebagai kebatilan belaka. Bagaimana mereka berkata bahwa seluruh orang-orang kafir dan orang-orang musyrik sama dengan orang-orang mukmin dalam tauhid Rububiyyah ?! Adapun pengertian ayat di atas bahwa orang-orang kafir mengakui Allah sebagai Pencipta langit dan bumi adalah pengakuan yang hanya di lidah saja, bukan artinya bahwa mereka sebagai orang-orang ahli tauhid; yang mengesakan Allah dan mengakui bahwa hanya Allah yang berhak disembah.
Terbukti bahwa mereka menyekutukan Allah, mengakui adanya tuhan yang berhak disembah kepada selain Allah. Mana logikanya jika orang-orang musyrik disebut sebagai ahli tauhid ?! Rasulullah Saw  tidak pernah berkata kepada seorang kafir yang hendak masuk Islam bahwa di dalam Islam terdapat dua tauhid; Tauhid Uluhiyyah dan Tauhid Rububiyyah ! Rasulullah tidak pernah berkata kepada seorang kafir yang hendak masuk Islam bahwa tidak cukup baginya untuk menjadi seorang muslim hanya bertauhid Rubûbiyyah saja, tapi juga harus ber- tauhid Uluhiyyah ! Oleh karena itu di dalam al-Qur’an Allah berfirman tentang perkataan Nabi Yusuf saat mengajak dua orang di dalam penjara untuk mentauhidkan Allah:
أَأَرْبَابٌ مُتَفَرّقُوْنَ خَيْرٌ أمِ اللهُ الْوَاحِدُ الْقَهّار (يوسف: 39
”Adakah rabb-rabb yang bermacam-macam tersebut lebih baik ataukah Allah (yang lebih baik) yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan yang maha menguasai?!” (QS. Yusuf: 39).
Dalam ayat ini Nabi Yusuf menetapkan kepada mereka bahwa hanya Allah sebagai Rabb yang berhak disembah.

Kata ‘Rabb’ dan kata ‘Ilâh’ adalah kata yang memiliki kandungan makna yang sama

Perkataan kaum Musyabbihah dalam membagi tauhid kepada dua bagian, dan bahwa tauhid Uluhiyyah (Ilâh) adalah pengakuan hanya Allah saja yang berhak disembah adalah pembagian batil yang menyesatkan, karena tauhid Rububiyyah adalah juga pengakuan bahwa hanya Allah yang berhak disembah, sebagaimana yang dimaksud oleh ayat di atas. Dengan demikian Allah adalah Rabb yang berhak disembah, dan juga Allah adalah Ilâh yang berhak disembah. Kata “Rabb” dan kata “Ilâh” adalah kata yang memiliki kandungan makna yang sama sebagaimana telah dinyatakan oleh al-Imâm Abdullah ibn Alawi al-Haddad di atas.
Dalam majalah Nur al-Islâm, majalah ilmiah bulanan yang diterbitkan oleh para Masyâyikh al-Azhar asy-Syarif Cairo Mesir, terbitan tahun 1352 H, terdapat tulisan yang sangat baik dengan judul “Kritik atas pembagian tauhid kepada Tauhid Uluhiyyah dan Tauhid Rububiyyah” yang telah ditulis oleh asy-Syaikh al-Azhar al-‘Allamâh Yusuf ad-Dajwi al-Azhari (w 1365 H), sebagai berikut:
( ( “Sesungguhnya pembagian tauhid kepada tauhid Uluhiyyah dan Rububiyyah adalah pembagian yang tidak pernah dikenal oleh siapa pun sebelum Ibn Taimiyah. Artinya, ini adalah bid’ah sesat yang telah ia munculkannya. Di samping perkara bid’ah, pembagian ini juga sangat tidak masuk akal; sebagaimana engkau akan lihat dalam tulisan ini. Dahulu, bila ada seseorang yang hendak masuk Islam, Rasulullah tidak mengatakan kepadanya bahwa tauhid ada dua macam. Rasulullah tidak pernah mengatakan bahwa engkau tidak menjadi muslim hingga bertauhid dengan tauhid Uluhiyyah (selain tauhid Rububiyyah), bahkan memberikan isyarat tentang pembagian tauhid ini, walau dengan hanya satu kata saja, sama sekali tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah. Demikian pula hal ini tidak pernah didengar dari pernyataan ulama Salaf; yang padahal kaum Musyabbihah sekarang yang membagi-bagi tauhid kepada tauhid Uluhiyyah dan tauhid Rububiyyah tersebut mengaku-aku sebagai pengikut ulama Salaf. Sama sekali pembagian tauhid ini tidak memiliki arti. Adapun firman Allah:
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ لَيَقُولَنَّ اللهُ (لقمان: 25)
“Dan jika engkau bertanya kepada mereka siapakah yang menciptakan seluruh lapisan langit dan bumi? Maka mereka benar-benar akan menjawab: “Allah” (QS. Luqman: 25)
Ayat ini menceritakan perkataan orang-orang kafir yang mereka katakan hanya di dalam mulut saja, tidak keluar dari hati mereka. Mereka berkata demikian itu karena terdesak tidak memiliki jawaban apapun untuk membantah dalil-dalil kuat dan argumen-argumen yang sangat nyata (bahwa hanya Allah yang berhak disembah). Bahkan, apa yang mereka katakan tersebut (pengakuan ketuhanan Allah) ”secuil”-pun tidak ada di dalam hati mereka, dengan bukti bahwa pada saat yang sama mereka berkata dengan ucapan-ucapan yang menunjukan kedustaan mereka sendiri. Lihat, bukankah mereka menetapkan bahwa penciptaan manfaat dan bahaya bukan dari Allah?! Benar, mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal Allah. Dari mulai perkara-perkara sepele hingga peristiwa-peristiwa besar mereka yakini bukan dari Allah, bagaimana mungkin mereka mentauhidkan-Nya?! Lihat misalkan firman Allah tentang orang-orang kafir yang berkata kepada Nabi Hud:
إِن نَّقُولُ إِلاَّ اعْتَرَاكَ بَعْضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوءٍ (هود: 54)
”Kami katakan bahwa tidak lain engkau telah diberi keburukan atau dicelakakan oleh sebagian tuhan kami” (QS. Hud: 54).
Sementara Ibn Taimiyah berkata bahwa dalam keyakinan orang-orang musyrik tentang sesembahan-sesembahan mereka tersebut tidak memberikan manfaat dan bahaya sedikit-pun. Dari mana Ibn Taimiyah berkata semacam ini?! Bukankah ini berarti ia membangkang kepada apa yang telah difirmankah Allah?! Anda lihat lagi ayat lainnya dari firman Allah tentang perkataan-perkataan orang kafir tersebut:
وَجَعَلُوا للهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَاْلأَنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُوا هَذَا للهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَذَا لِشُرَكَآئِنَا فَمَاكَانَ لِشُرَكَآئِهِمْ فَلاَيَصِلُ إِلَى اللهِ وَمَاكَانَ للهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَى شُرَكَآئِهِمْ (الأنعام: 136)
”Lalu mereka berkata sesuai dengan prasangka mereka: ”Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami”. Maka sajian-sajian yang diperuntukan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukan bagi Allah maka sajian-sajian tersebut sampai kepada berhala mereka” (QS. al-An’am: 136).
Lihat, dalam ayat ini orang-orang musyrik tersebut mendahulukan sesembahan-sesembahan mereka atas Allah dalam perkara-perkara sepele.
Kemudian lihat lagi ayat lainnya tentang keyakinan orang-orang musyrik, Allah berkata kepada mereka:
و َمَانَرَى مَعَكُمْ شُفَعَآءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاؤُا (الأنعام: 94)
”Dan Kami tidak melihat bersama kalian para pemberi syafa’at bagi kalian (sesembahan/berhala) yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu tuhan di antara kamu” (QS. al-An’am: 94).
Dalam ayat ini dengan sangat nyata bahwa orang-orang kafir tersebut berkeyakinan bahwa sesembahan-sesembahan mereka memberikan mafa’at kepada mereka. Itulah sebabnya mengapa mereka mengagung-agungkan berhala-berhala tersebut.
Lihat, apa yang dikatakan Abu Sufyan; ”dedengkot” orang-orang musyrik di saat perang Uhud, ia berteriak: ”U’lu Hubal” (maha agung Hubal), (Hubal adalah salah satu berhala terbesar mereka). Lalu Rasulullah menjawab teriakan Abu Sufyan: ”Allâh A’lâ Wa Ajall” (Allah lebih tinggi derajat-Nya dan lebih Maha Agung).
Anda pahami teks-teks ini semua maka anda akan paham sejauh mana kesesatan mereka yang membagi tauhid kepada dua bagian tersebut! Dan anda akan paham siapa sesungguhnya Ibn Taimiyah yang telah menyamakan antara orang-orang Islam ahli tauhid dengan orang-orang musyrik para penyembah berhala tersebut, yang menurutnya mereka semua sama dalam tauhid Rububiyyah !” ) ).
Oleh: Ustadz Abu Fatih

Apa dan Siapakah ISIS ??

By : 'Asyirah Aswaja Sumut


(Kaum Yang Bertopeng Islam)

ISIS ITU APA, SIAPA ISIS, INILAH LATAR B
ELAKANG TERBENTUKNYA ISIS

ISIS (Islamic State Iraq and Syam) atau ISIL (Islamic State Iraq and Levant) adalah sebuah kelompok bersenjata, mengklaim sebagai Mujahidin, menguasai sebagian wilayah Irak dan Suriah. Mereka adalah para penganut sekte Wahabi bertopeng Sunni sempalan dari al Qaeda di Irak yang tak diakui.
Sesungguhnya ISIS menetapkan musuh utamanya adalah Syiah yang dianggap bukan Islam tapi justru ribuan Muslim, baik Sunni ataupun Syiah dibunuh oleh mereka di Suriah dan Irak. Bahkan kelompok-kelompok ‘Mujahidin’ sendiri sesama penganut sekte Wahabi, seperti Jabhah an Nushrah, Jabhah Islamiyah, Ahrar as Syam dan al Qaeda pimpinan Ayman al Zawahiri juga diperangi ISIS.

Latar Belakang Terbentuknya ISIS

18 Maret 2003, AS dan Inggris dengan bantuan perusahaan militer AS di Arab Saudi menyerang Irak dan membunuh presidennya, Saddam Husain dengan tuduhan bahwa Irak punya senjata pemusnah massal. Meski tak pernah bisa membuktikannya, AS tak pernah mendapatkan sanksi tegas dari PBB dan semua negara di dunia. Artinya, PBB berada dicengkeraman AS dan tak peduli terhadap jutaan Muslim yang dianiaya dan dibunuh oleh AS, Myanmar, Wahabi, Israel, Boko Haram, Republik Afrika Tengah, China, dan tempat lainnya.
Sesungguhnya, AS dan Inggris tak akan meninggalkan Irak karena Irak kaya minyak. Oleh karena itu, AS menjadikan orang-orang Syiah sebagai para penguasa boneka di Irak sehingga mendapatkan pemberontakan oleh orang-orang ‘Sunni’. Ketahuilah, Irak, Suriah, Mesir, dan Libya sering berperang melawan Israel tapi justru 4 Negara Muslim tersebut diserang kelompok-kelompok ‘Mujahidin’ dan Israel pun aman.
Hal ini juga disebabkan bahwa Timur dan Afrika Utara kaya minyak sehingga membuat Negara-negara Kapitalis seperti AS, Perancis, Inggris, dan sejumlah negara lainnya tergiur mengingat berbagai kendaraan berbahan bakar minyak dan juga untuk mengamankan Israel. Memang, pasca keruntuhan Khilafah Islamiyah, Kesultanan Turki Utsmaniyah/Ottoman Empire (1299-1923), dunia Islam selalu dilanda konflik berkepanjangan.
ISI (Islamic State Iraq) bersama al Qaeda, Jabhah an Nushra dan kelompok-kelompok ‘Mujahidin’ lainnya terlibat konflik melawan pemerintahan sah Suriah pimpinan Bashar al Asad menyebabkan ratusan ribu Muslim dan non Muslim meninggal. ISI pun berubah nama menjadi ISIS sejak 9 April 2013.
Memasuki tahun ke-3, kelompok-kelompok ‘Mujahidin’ yang awalnya memerangi pemerintahan sah pimpinan Bashar al-Asad menjadi saling bermusuhan dan saling bunuh meski ditutupi oleh mereka dan Media-media Wahabi pendukung mereka dari Indonesia seperti Arrahmah.com, Voa-Islam.com, al-Mustaqbal.net dan shoutussalam.com …
ISIS yang terdiri dari orang-orang Wahabi melawan orang-orang Wahabi yang tergabung dalam Jabhah an Nushra, Jabhah Islamiyah, Ahrar as Syam dan lainnya yang menyebabkan ribuan orang sesama penganut sekte Wahabi tewas. Jika mereka Mujahidin asli pastilah mereka bersatu dan melawan Israel bukan Suriah yang menjadi musuh utama Israel di Timur Tengah selain Hamas. Masalah ini seharusnya menjadi renungan Umat Islam.
Sejak didirikan, ISIS pimpinan Abu Bakar al Baghdadi yang beranggotakan sekitar 30 ribu orang mengklaim telah merebut wilayah seluas 400 ribu km persegi di Suriah dan Irak atau lebih luas dari beberapa Negara Arab seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yaman, dan Lebanon. Ayman al Zawahiri, pemimpin al Qaeda tak mengakui ISIS karena lebih brutal, kejam, dan tak manusiawi. Begitu pun dengan kelompok-kelompok ‘Mujahidin’ lainnya.

ISIS Memaksakan Klaim Sebagai Khilafah

Pada 1 Ramadhan 1435 Hijriah atau bertepatan dengan 29 Juni 2014 lalu, ISIS mengklaim sebagai Khilafah dan Abu Bakar al Baghdadi sebagai Khalifah setelah merebut Kota Mosul, Irak. Meskipun para Ulama dan Umat Islam seluruh dunia tak mengakuinya begitu pun Umat Islam di Indonesia kecuali para pemuda Muslim yang awam.
Alasan betapa mudahnya ISIS merebut Kota Mosul karena para tentara Irak tak menggubris laporan pejabat lokal sehingga tidak siap dan hanya sedikit tentara Irak yang melawan ISIS. Sungguh sangat aneh tapi nyata, ISIS pun lebih suka membunuh ribuan Muslim di Suriah dan Irak tapi tak akan mau melawan Israel yang tega membunuh Umat Islam Palestina. Seharusnya Umat Islam bertanya, ada apa dengan ISIS ?

ISIS Dibentuk 3 Negara untuk Mengamankan Israel

Edward Snowden, mantan kontraktor Badan Nasional Amerika (NSA) yang mendapat perlindungan dari Rusia mengakui bahwa ISIS dibentuk oleh 3 negara yaitu AS, Inggris, dan Israel untuk memanggil semua ekstrimis di seluruh dunia dengan strategi yang disebut ‘sarang lebah’ sehingga bisa mengacaukan Negara-negara Arab dan menjaga Israel dengan slogan ‘Islam’. Dan, Abu Bakar al Baghdadi pun bernama asli Simon Elliot (Elliot Shimon), seorang Yahudi agen Mossad Zionis bidang spionase yang dilatih dan mendapatkan kursus teologi Islam di Israel. Nama palsu Simon Elliot yang terkenal adalah Ibrahim bin Awad bin Ibrahim bin al Badri Arradoui al Husain.
Hal ini pula diakui oleh istri Bill Clinton (mantan presiden AS), Hillary Clinton yang juga menjadi menteri luar negeri AS periode I pimpinan presiden Obama dalam bukunya ‘Hard Choice’ setelah mengunjungi 112 negara. Awalnya, IS (Islamic State) akan didirikan di Sinai, Mesir sesuai revolusi bergolak di Timur Tengah tapi kandas karena militer Mesir pimpinan Abdul Fatah al Sissi menggulingkan presidennya, Mohammed Mursi dari kalangan Ikhwanul Muslimin pada 3 Juli 2013 dalam Kudeta Mesir (30 Juni-7 Agustus 2013).
ISIS mengklaim sebagai Khilafah terbaru sejak keruntuhan Kesultanan Turki Utsmaniyah pasca Perang Dunia I (1914-1918) dan Abu Bakar al Baghdadi pun muncul pertama kali ketika berkutbah dalam Shalat Jum’at pada 14 Juli lalu di Kota Mosul dengan jenggot abu-abu, bergamis hitam dan bersorban hitam. Sejumlah Media Arab menyebut ISIS sebagai jama’ah Da’isy atau Dawa’sy.

ISIS Dapat Dukungan

Awalnya, kelompok-kelompok ‘Mujahidin’ yang memerangi pemerintahan sah Suriah pimpinan presiden Bashar al-Assad mendapatkan dukungan dari sejumlah negara seperti Arab Saudi dan Qatar tapi karena tidak kunjung berhasil melengserkan atau bahkan membunuh Bashar al-Asad. Kemudian Arab Saudi menyatakan ISIS dan kelompok-kelompok ‘Mujahidin’ lainnya sebagai teroris sejak Februari 2014.
Ada beberapa situs web pendukung ISIS di Indonesia, yang paling jelas dukungannya adalah Al-Mustaqbal.net, Voa-Islam.com, dan Shoutussalam.com .  Ketiga situs web Wahabi di Indonesia ini gencar menyuarakan simpati dan dukungan sebagai pendukung dan penyebar propaganda ISIS di internet.

ISIS Dapat Penolakan di Mana-mana

Sebenarnya media-media online mainstream di Indonesia seperti Liputan6.com, Kompas.com, Tempo.co, Detik.com, dan Metronews.com tak memberitakan Konflik Berdarah Suriah secara massive kecuali sejak ISIS merebut Kota Mosul dan menghancurkan gereja dan juga mengancam kehidupan Umat Kristen di Irak. Apalagi ketika seorang anggota ISIS asal Indonesia bernama Abu Muhammad al Indonesy (nama palsu) mengajak Umat Islam untuk bergabung dengan ISIS via Youtube.com .
Para ulama dan Umat Islam khususnya di Indonesia menolak ISIS sebagai Khilafah Islamiyah begitu pun dengan kelompok-kelompok ‘Mujahidin’ di Suriah seperti Jabhah an Nushrah dan Jabhah Islamiyah. Aparat Negara Indonesia akan mencabut kewarganegaraan orang yang mendukung dan tunduk pada ISIS. Para pendukung ISIS pun sedang diselidiki oleh aparat negara.
ISIS dengan para personil berambut gondrong sudah disinggung dalam pernyataan Imam Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu kelompok ekstrim ini. Dalam literatur hadits Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Aswaja = Sunni), kitab Kanzul Ummal yang terhimpun oleh Ulama Besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah bernama al Muttaqi al Hindi riwayat no. 31530, Imam Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu berkata:
“Jika kalian melihat bendera-bendera Hitam, tetaplah kalian di tempat kalian berada, jangan beranjak dan jangan pula menggerakkan tangan dan kaki kalian (Artinya, tetap tenang, jangan menyambut seruan mereka, jangan larut dalam euforia mendukung pasukan itu), kemudian akan muncul kaum lemah (lemah akal sehat dan imannya, tiada yang peduli pada mereka, hati mereka seperti besi (hati keras membatu jauh dari cahaya hidayah), mereka mengaku sebagai Ashabul Daulah (Pemilik Negara), mereka tidak pernah menepati janji, mereka berdakwah pada al Haq (kebenaran) tapi mereka bukan Ahlul Haq (Pemegang Kebenaran), namanya dari sebuah julukan, marganya dari nama daerah. Rambut mereka tak pernah dicukur, panjang seperti rambut perempuan. Jangan bertindak apapun sampai nanti terjadi perselisihan di antara mereka sendiri. Kemudian Allah mendatangkan kebenaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya”.

Jika ISIS buatan AS, Inggris, dan Israel, lalu mengapa AS menyerang ISIS di Irak ?

Ini pertanyaan mudah untuk dijawab denganbeberapa alasan. Ada 5 Alasan yaitu:
(1). AS sebagai pelindung dam penjaga terkuat dunia Kristen. Hal ini seperti Kekaisaran Romawi Barat (285-480) dan Kekaisaran Romawi Suci (962-1806) yang melindungi Katolik Roma dan Kekaisaran Romawi Timur (330-1453) dan Kekaisaran Rusia (1721-1917) melindungi Kristen Ortodoks. AS dan sekutunya di Eropa akan melindungi Umat Kristen. Hal ini bisa dibuktikan ketika Sudan Selatan lepas dari Negara Sudan dan Timor Leste lepas dari Indonesia atas dukungan AS, Australia, dan Eropa. ISIS telah menghancurkan gereja dan memaksa Umat Kristen untuk masuk Islam di Irak. Ketahuilah, Islam tak memaksa siapapun untuk memeluk Islam [Lihat, QS. Al Baqarah (2) : 256].
(2). Irak termasuk 20 negara kaya minyak di dunia dan pangkalan militer AS ada di Irak pula. Jika AS musuh ISIS pastilah ISIS digempur pula di Suriah oleh AS padahal Umat Islam menjadi korban kebiadaban kelompok-kelompok ‘Mujahidin’ kalangan Wahabi.
(3). Khilafah adalah negara pimpinan Khalifah pelindung Umat Islam yang disegani dunia. Ketika ISIS mengklaim sebagai Khilafah dan Abu Bakar al Baghdadi sebagai Khalifah pada 1 Ramadhan 1435 Hijriah (29 Juni 2014), respon AS dan Eropa terkesan membiarkannya. Israel secara brutal menyerang Palestina. Mengapa ISIS diam ? Karena ISIS adalah kelompok Wahabi yang lebih suka membunuh Umat Islam di Suriah dan Irak dengan segala tuduhan dan fitnah.
(4). AS dan Israel adalah 2 Negara Teroris yang telah membunuh jutaan Muslim di Timur Tengah dan Afrika Utara melalui militer, politik, media, dan Wahabi. Banyak fakta membuktikan bahwa AS sering menciptakan kelompok-kelompok bersenjata dan melepaskannya di Negara-negara Muslim untuk berbuat onar. Ketika Negara-negara Muslim merasa kesulitan maka AS beserta Bank Dunia dan IMF menawarkan bantuan.
(5). AS bercita-cita menjadi Polisi Dunia yang akan membasmi teroris buatannya sendiri agar mendapatkan kedudukan lebih tinggi di dunia
Oleh: Zulfikar Dwipa

Wahabi, Sebuah Konspirasi Yahudi Untuk Menghancurkan Islam dari Dalam

By : 'Asyirah Aswaja Sumut
Apa itu wahabi? Wahabi merupakan suatu pemahaman yang di asaskan oleh Muhammad Ibn Abdul Wahab, faham ini di nisbahkan kepada nama bapaknya Abdul wahab sebagai wahabi tidak kepada namanya sendiri sebagai muhammadi, ini adalah sebagai ijtihad para ulama supaya umat islam tidak keliru dengan ajaran islam sebenarnya yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Muhammad Ibn Abdul Wahab 1701-1793) lahir di kampung Ainiya Najd Arab saudi, ibnu abdul wahab adalah seorang yang lemah pikirannya dan gagap, ayah dan abangnya menganggapnya sebagai anak yang tidak siuman. Ibnu abdul wahab sangat terpengaruh dengan ajaran Ibn Taimiyah yang mengasaskan pemahaman mujassimah. Kemudian dia mengembara dan belajar di Basrah berguru kepada syeikh Muhammad Al Majmui, syeikh Muhammad Al Majmui adalah Mr. Hempler, Yaitu seorang orientalis dan agen yahudi dari british. Dia adalah seorang fakar ilmu islam berbahasa Arab, turki, parsi dan lama mempelajari islam di turki dan iraq, Mr. Hampler memberikan Ibn abdul wahab dengan hadiah kahwin mutaah 2 orang agen perempuan yahudi yang menyamar sebagai muslimah maka akan lebih mudah yahudi mencatur Ibnu Abdul Wahab dengan semaunya, mengajarkan aliran baru dalam islam sesuai dengan perancangan Yahudi. Dengan ajaran baru itu Ibnu Abdul Wahab. Kembali ke kampung halamannya namun di tentang dan di usir oleh bapaknya yang seorang ulama suny.
Kerjasama yahudi, keluarga al-saud dan golongan wahabi kemudian membentuk kerajaan arab saudi.
Setelah di usir oleh ayahnya Muhammad ibnu abdul wahab terus menyebarkan ajarannya itu ke seluruh Najd dan selalu di pantau oleh Mr. Hampler dan disokong oleh kerajaan inggris dan membawa misi yahudi pada pemimpin-pemimpin arab .
Pada tahun 1947 Ibnu Abdul Wahab bertemu dengan Ibnu Saud dan berkata “jika engkau menolong kami, maka engkau akan kami jadikan pemimpin selurh wilayah najd” Ibnu Saud adalah keturunan yahudi yang menguasai kawasan Durriyah, ibnu saud setuju dengan tawaran ini maka bergabunglah Ibnu Abdul Wahab dan Ibnu Saud mengembangkan ajaran wahabi, diantara ajaran wahabi ialah siapa yang tidak ikut wahabi ialah sesat, kafir, halal darah dan hartanya. Dengan fatwa wahabi ini maka orang-orang yang tidak ikut wahabi ini dibunuh dan hartanya dirampas. Kaum wahabi melancarkan perang didalam dan diluar wilyah Najd seperti Yaman, Hijaz dan daerah sekitar Syiria dan Irak, merka membantai 300 laki-laki di kampung Al-fusul diwilayah kota Al-Ahsa dan merampas harta milik mereka. Pasukan ibnu saud dan ibnu Abdul Wahab itu terus melakukan kekejaman ke seluruh arab, siapa yang taat kepada ajarannya wajib berbaiat, bila melawan wajib dibunuh dan harta miliknya dirampas. Diantara umat islam yang paling banyak dibunuh adalah keturunan Rasulullah SAW, namun ada keturunan Rasulullah yang sempat melarikan diri ke Malaysia dan Indonesia. Peninggalan Rasulullah SAW di musnahkan supaya umat islam tidak lagi membesarkan Nabi Muhammad SAW dan keturunannya.
Pada tahun 1793 ibnu Abdul wahab meninggal dunia namun ajaran wahabi makin berkembang dengan sokongan keluarga AL-saud dan british atau yahudi dan terus meluaskan wilayah jajahannya sehingga tahun 1912 berjaya menguasai seluruh najd.
Yahudi mencetuskan revolusi arab untuk menjatuhkan empire islam Utsmaniah, ketika empire islam Utsmaniah telah diserang dengan penyakit al wahl agenda yahudi seterusnya adalah menghapuskan pemerintahan para syarif makkah yang bertugas sebagai penjaga Haromain. kemudian Yahudi melantik JE Lawrance sebahgai agen perisikan yang menyusup kedalam bangsa arab. Lawrance adalah seorang scientis yang menguasai 6 bahasa utama dunia termasuk arab. Dia sangat menguasai wilayah dan peradaban bangsa arab dan dikenali sebagai lawrance of arabia. Kemudian lawrance mencari tokoh arab yang menginginkan kekuasan, maka di temukan tokoh Syarif Husain wakil dari empire islam Utsmaniah di Haromain dan Lawrance berhasil menipu menghasut Syarif Husain untuk membebaskan diri empire islam Utsmaniah serta menyuburkan nasionalisme di bangsa arab dan menentang bangsa turki yang memimpin empire islam Utsmaniah. Lawrance adalah seorang guy yang sanggup melakakukan apa saja untuk mendapatkan mangsanya.
Hubungan antara lawrance dan syarif husain sangat rapat sampai menjadi kawan karib putranya yang bernama Amir Faisal. Amir Faisal berpaling ke britania. Atas nasihat dari Lawrance syarif husain mengirim surat rahasia untuk meminta bantuan ke british. Dengan dijanjikan Syarif Husain menjadi pemimpin seluruh arab maka mudahlah bagi Lawrance untuk mencatur keluarga ini untuk mengagikan arab sesuai dengan permintaan yahudi. Pada tahun 1915 British awalnya menguasai wilayah Irak dan pada tahun 1917 berhasil menduduiki wilayah Palestina. Tentara britis dipimpin oleh jendral Elenbi memasuki palestina pada tanggal 9 desember 1917. Elenbi menginjakkan kaki di makam salahudin dan berkata “ hari ini perang salib sudah berakhir” . pada tahun 1918 tentara kolonial britania berhasil menduduki pusat pemerintahan turki Utsmaniah yaitu Istambul, kemudian di adakan perjanjian Faisal-weizmann ditandatangani pada tanggal 3 januari 1919 dalam persidangan paris. Weizman adalah presiden pertumbuhan zionis dunia. Setelah perjanjian itu weishmen menjadi presiden pertama israel. Irak diserahkan kepada amir faisal, Yerussalem atau Palestina diserahkan kepada kristen dan baitul maqdis diserahkan kepada yahudi.
Pada tahun 1922 setelah perang dunia I usai persidangan lawsen di adakan, hasil sidang lawsen adalah : sistem khilafah di tidakan , khalifah dibuang keluar negara, harta khalifah di ambil, kerajaan turki baru di bentuk berdasarkan skuler dibawah pimpinan mustafa kamal attaturk. Negara2 jajahan turki diambil alih sebagai jajahan inggris, prancis dan italia. Lord Corsen dengan sombongnya berkata hakikatnya turki telah dihancurkan dan tidak bisa bangkit lagi karena sudah di hancurkan kekuatannya yaitu khilafah islamiyhah atau pemerintahan islam. Yahudi melantik saudi dan wahabi sebagai penguasa haromain. Setelah jatuhnya empire utsman negara-negar kecil seperti Kwait, Yaman dan lain-lain diserahkan kepada kabilah-kabilah yang dipilih oleh yahudi, negara kecil itu semua tertunduk kepada Britania, Prancis dan Italia. Janji kepada Syarif Husain untuk mengangkat sebagai pemimpin arab hanyalah janji kosong. Syarif husain hanya diberikan kerajaan Jordan yang kecil dan miskin.
Pada 1925 keluarga Al-saud berhasil menguasai makkah dari pada Syarif Husain. Pada 10 januari 1926 Abdul Ajiz Al-Saud di lantik menjadi raja Hijaz di masjidil Harom, makkah. Pada tahun 1932 setelah menguasai sebagian besar semenajung Arab, Ibnu saud menamakan tanah gabungan Hijaz dan Najd sebagai Arab Saudi. Abdul Aziz Ibnu Saud kemudian melantik dirinya sebagai raja arab saudi dengan bantuan british. Faham wahabi menjadi agama resmi arab saudi dan disebarkan ke seluruh dunia.
Mengapa yahudi menciptakan wahabi.:
Yahudi sangat faham bahwa kekuatan umat islam terletak pada rukhnya yakni ruh yang sangat kenal cinta dan takut dari penciptanya oleh karena itu umat islam harus dipisahkan dari Allah.
Yahudi sangat faham bahawa kekuatan islam karena berhasil menghubungkan kekuatan ruh dan kehidupan lahir maka keyakinan akan adanya kekuatan ruh dalam kehidupan lahir itu harus dimusnahkan
Yahudi sangat faham bahwa kunci kemenangan umat islam adalah adanya bantuan gaib dari Allah SWT maka yahudii menghafuskan keyakinan terhadap hal gaib itu. Ulama sufi dan tarikat yang memiliki kharomah dikatakan sesat dan syirik.
Yahudi sangat faham bahwa kekuatan islam terletak pada kecintaanyta umat kepada Muhammad SAW ahlul bait dan para sahabat maka segala peninggalan dan amalan yang menyuburkan kecinttaan kepada Rasulullah dimusnahkan dengan alasan bid’ah, kultus, khurafat dll alasan yang diada-adakan

Yahudi faham bahawa selemah umat islam mereka sangat fanatik pada agama para ulama oleh karena itu ulama baru dan islam gaya baru mesti dicipta yang sesuai dengan agenda yahudi.
Untuk menguasai kota suci umat islam haromain yahudi tidak bisa memusnahkan seperti tempat-tempat yang lain karena ditakutkan akan mendapat perlawana seluruh umat islam sedunia
Kejahatan-kejahatan wahabi diantaranya adalah :
1. Membuat fatwa setiap yang bidah itu sesat dan yang sesat itu neraka
2. Umat islam yang tidak ikut ajarannya itu sesat, halal darah dan hartanya
3. Membunuh keturunan Rasulullah SAW
4. Mengklaim sesat keturunan Rasul SAW dan sahabat yang utama  Menganggap  
    alam roh itu tidak wujud
5. Menolak adanya hubungan antara alam lahir dan roh
6. Memusnahkan peninggalan Rasul.
7. Dalam mempelajari ilmu ussuludin atau tauhid menganut pemahaman ibnu taimiah    
    yang mengaggap Tuhan itu berjisim seperti mahluk atau mujhassimah
8. Didalam fiqih dibenarkan menampal2 mazhab atau talfik
9. Mengambil sumber alquran dan alhadis tanpa ijma ulama dan qiyas
10. Melarang keras umat islam berdoa dengan tawatsul atau perantara
11. Dilarang keras menziarahi kubur sekalipun makam nabi
12. Menghancurkan bangunan di atas tempat lahir nabi di suk alai
13. Melarang memuji-muji nabi seperti membaca qosidah berzanzi burdah, tahlil dsb
14. Melarang memperingati maulid rasul, israq miraj dan semua perayaan islam
15. Melarang belajar tentang sifat 20 dan mengklaim sesat ajaran asyari yaitu faham
     Ahli sunnah wal jamaah.
16. Melarang amalan tariqat, umpama tariqat naksabandi, kodiri, saszali, saman
     muhammadiyah dll
17. Mengundang amerika mengeksploitasi kekayaan minyak di timur tengah
18. Berkomplot dengan amerika membina pangkalan perang di arab Saudi
19. Meminta bantuan tentara sekutu di perang teluk untuk menghancurkan saddam
      Mencetuskan gerakan teroris seperti alkaida dll untuk memburukkan citra islam
      Mengubah arab menjadi negara yahudi dan haromain menjadi kota yahudi
Dan kejahatan-kejahatan yang lain yang merupakan konsfirasi yahudi untuk menghafuskan kecintaan terhadap allah SWT dan Muhammad SAW supaya umat islam mengikuti cara hidup yahudi. Maka jelaslah ajaran wahabi itu bertujuan untuk meninggalkan Allah dan mengikuti yahudi
Setelah kita tau maka mari kita perangi wahabi dengan cara :
- Jangan sekali terpengaruh dengan ajaran ini jaga keluarga dari pengaruh aliran ini
Bepegang teguh kepada Ahlussunah waljamah imam abu hasan asayari dan abu mansyur al maturidi
- Kuatkan Hubungan dengan Allah dan Rasulullah, kuatkan Habluminallah dan
  Hablum Minannas
- Berfikir dengan salah satu mazhab yang 4 itu: syafi’i, Maliki, Hanafi dan Hambali
  jangan dicampur
- Bertasawuf dengan Imam al-Ghazali
- Wirid dan zikir
- Jangan mudah terpancing dengan dengan tawaran manis dan provokasi wahabi
- Jangan terlibat gerakan militan dan teroris
- Banyaklah bertaubat
- Berdoalah kepada Allah
Lalu Siapakah Yahudi ?
Yahudi adalah bangsa israel yang sangat benci kepada Tuhan Nabi Muhammad SAW hanya karena Nabi akhiri zaman itu bukan lagi dari kalangan Bani Israel, mereka bangsa yang terlalu tebal asobiahnya hingga mereka sanggup bermusuhan dengan Tuhan itulah Sebabnya mereka mencetuskan ajaran anti Tuhan- Anti islam, sekularisme dan menyebarkannya ke seluruh dunia.
Yahudi juga dikenali sebagai ZIONIS. Gerakan ini di susun dengan rapi setelah Theodore Herzl (penggagas Organisasi yahudi Internasional) yang menulis buku “Negara yahudi” pada tahun 1896, Konsep ZIONISME yang menganggap kaum yahudi sebagai bangsa yang terpilih memerintah dunia ini dari Bukit Zion atau Sion di Jerusalalem sebagai pusat pemerintahan Yahudi.
Pada tanggal 9 November 1914 British mengusahakan perang terhadap khilafah Osmaniah Turki
Permulaannya adalah Yerussalem, Di sinilah terletak Masjidil Aqsa yang telah ada sejak zaman Nabi Ibrahim AS. Tempat ini adalah tapak bersejarah bagi semua agama samawi, Namun karena yahudi dan kristian menolak muhammad SAW maka Baitul Maqdis menjadi rebutan antara Yahudi, kristen dan Islam
Baitul Maqdis merupakan kota ketiga terbesar Islam, Selepas Makkah Mukarramah dan Madinah Al-munawarah
Kota-kota besar Islam di antaranya adalah:
Makkah Al-mukarramah : Terdapat Kaabah dan Masjidil Haram, Tanah kelahiran Rasulullah SAW, Tapak kenabiann Muhammad SAW
Madinah : Masjid nabawi, Terdapat jasad rasulullah, Terbinanya daulah islam pertama dimana yahudi terhalau dari haramain (Makkah dan Madinah)
Baitul maqdis : Terdapat masjidil aqsa, Kiblat pertama umat islam sebelum diubah ke masjidil haram, Negeri isra dan miraj, tempat perhentian terakhir sebelum Rasulullah SAW mi' raj ke sidratul muntaha
Pada 639 M dibawah khalifah umar Al-khattab Gubernur amru bis'ash berhasil menguasai Baitul Maqdis dengan aman damai

Pada 1099 M perang salib pertama Baitul Maqdis jatuh ke tangan kristen
Pada 1187 M Salahuddin Al Ayubi mrebut kembali Baitul Maqdis dari tangan Richard The Lion Heart dan sempurnalah tiga kota suci ini berada dalam khilafa islamiyah hingga 1917
Dendam yahudi terhadap Muhammad SAW dan islam semakin mendalam dan Satu konspirasi dirancang begitu rapi untuk menentang kebangkitan islam
Yahudi mendirikan pusat studi islam untuk melatih agen2 perisikan untuk menyusup ke dalam masyarakat islam
Tahun 1822 didiikan society asiatic of paris di paris
Tahun 1823 royal asiatic society of great britain and ireland didirikan di inggris
Tahun 1842 american oriental society didirikan di amerika
Tahun 1916 unversity of london mendirikan school of oriental studies sekarang menjadi SOAS (school of oriental and african studies)
Agen-agen orientalis itu dikirim ke negara negara islam dan menyamar sebagai ulama, Diantara tokoh2 orientalis dari yahudi dan kristian yang menyusup di tengah-tengah umat islam adalah :
Mr. Hempher (syeikh Muhammad Majmui ) pada 1710 di hantar oleh british ke mesir, turki, hijaz, iraq dan skitarnya
Mr. Christiaan snouck Hurgronye (Syeikh Abdul Ghaffar) 1857-1936 di aceh dan Nusantara
Duncan Black MacDonald (1863-1943) dihantar ke amerika dan menjadi rujukan
cendekiawan islam dari seluruh dunia

- Copyright © Asyirah Aswaja Sumut - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by 'Asyirah Aswaja Sumut -